1.4.23

Hal yang Dirindukan

Setelah sekian tahun, sepertinya banyak yang harus dituangkan dalam sebuah kalimat kalimat. Sudah lebih dari seminggu ini otak bekerja lebih keras tanpa memberikan hasil. Isi otak yang penuh dengan pikiran dan memori memori yang membuat tetiba bantal ini basah. 

32 tahun, dan masih bertahan. Masih sama dan sering mepertanyakan diri sendiri. 

Hai diriku, aku rindu terkena silau lampu dari panggung ke arah penonton sambil merasakan getaran bass yang keluar dari speaker.

Hai diriku, aku rindu terbangun disiang hari lalu menerima pesan singkat dengan ucapan tentang hari ini di layar ponsel.

Hai diriku, aku rindu berkeliling kota di tengah malam dengan motor merasakan angin malam.

Hai diriku, aku rindu obrolan obrolan yang berakhir dengan senyuman dan menggelitik perut.

Hai diriku, aku ingin berkata bahwa gelas ini berasa kosong dan perlu di isi.



14.6.21

Finally!

 Hi teman, setelah kehilangan akun ini karena otak yang ternyata tidak menjangkau memori terlalu dalam (alias lupa email apaan yang dipakai) akhirnya blog ini bisa di akses kembali. dan saya baru sadar, gile ui ux nya blog jauh berkembang ya.

Setelah scrolling blog sendiri, ternyata saya dulu lowong sekali ya waktunya. bisa nggambar, masih sempat galau, dan tiba-tiba sekarang uda mau umur 30 aja. 

dan benar, time is the great healer.



smg,ppt.

11.2.17

My Brand New Life


So, i've been hiatus for.. two years?! ya two years is a long time i think. and i had alot of things. New job, still living in Semarang with masnyam, not my boyfi anymore.. now, he's my partner in literally my whole life. After we know each other for plus minus 5 years, now i understand love will always lead you if you sure about the things from the beginning.

and today, i'm a wife, worker, and fatty happy go lucky.

13.5.15

Remember

” Remember to hold hands and cherish the moment for someday that person might
not be there again. Give time to love, give time to speak! And give time to
share the precious thoughts in your mind.”  






----


19.4.15

Untuk Menentukan Judul Saja Saya Tidak Tahu

Setelah hampir setengah bulan merasakan ntah apa ini, saya mulai menyimpulkan, ya agar otak dan perasaan tidak perlu memikirkan lg 'kenapa' saya menyimpulkannya bahwa saya kehilangan sesuatu yang merasa membuat saya 'ada' ya saya rindu rumah, saya bosan dengan rutinitas, saya ingin menjadi sebuah tujuan.

Saya memanggil Ibu saya dengan sapaan Mama, dulu waktu dirumah, saya selalu di kamar atas dan mama saya di bawah menonton TV. Jika tidak turun2 mama saya hanya memanggil dengan suara cukup keras "put, ngapain?" dan saya menjawab dengan cara yang sama. Bisa sampai 3-4 kali menanyakan hal yang sama. Begitu juga Papa saya, beliau tidak banyak biacara, beliau sering berada di depan kamar saya sambil bermain PS hingga larut malam. Papa Mama saya adalah orang yang membabaskan dan membiarkan anaknya berkembang sesuai dengan kemauan anak mereka. Kakakku ingin menjadi dokter, merekalah yang akhirnya mendaftarkan kakaku ke sebuah universitas yg terdapat fakultas kedokteran saat kakakku tidak masuk seleksi SPMB. Dan saat aku ingin keluar kota untuk mencoba lepas dan mandiri serta agar lebih dekat dengan pacarku, mereka mengijinkanku. mereka mengantarkanku hingga ke Semarang.

Sering mama menelponku dan meminta untuk kembali saja ke Malang. Sebelum kakakku sekolah lagi di Malang, di rumah kami hanya tinggal bertiga, aku, mama dan papa. rumah kami sepi. Benar-benar sepi. Tapi, ntah walaupun saat aku sendirian dirumah aku tidak pernah merasa sepi, tidak pernah menangis karena kesepian. Tapi disini, sebenarnya situasinya sama, sendirian, sepi. dan akhirnya aku merasakan sepi ini kosong, dan tak lama kemudian aku mengeluarkan air mata karena aku benar-benar sendiri.

Disini aku sering merasa bosan dengan rutinitas yg membuatku semakin merasa 'sendiri' saat di rumah aku tidak pernah merasa ingin keluar kamar karena bosan. tapi disini, aku sering merasa ingin berjalan-jalan ntah kemana karena aku merasa bosan, penat, gelisah. dan ya, aku tidak bisa kemana-mana dan jika aku melakukannya sendirian aku akan semakin merasa sendiri.

Bagaimana dengan pacarku? bukankah seharusnya kami bisa lebih bersenang-senang, jalan-jalan karena sudah sekota? ntah saya harus menyebutnya rutinitas atau apa. apa yang bisa saya simpulkan hanyalah "sebuah komunikasi ataupun perhatian tidak boleh berubah hanya karena sebuah jarak" 

Kemudian aku semakin bertanya pada diriku, kemana ini akan berlanjut, apakah aku akan sebagai tujuan atau aku akan mencari tujuan dari semua ini? Saya tidak pernah merasakan sekacau ini dalam beberapa bulan terakhir. saya tidak pernah berpikir dan menimbang sekeras ini. Ya, seperti diatas saya menyimpulkannya karena saya sedang rindu dengan 'rumah'. Aku sudah sangat tidak sabar ingin berada di rumah, duduk santai didepan tv, berkeliling di dapur, mendengar suara tetangga. i'll come home.



----




26.3.15

Linglung.

day by day,
you'll learn about how to chose,
how to life modesty,
and being useful
for people around you
in the same time.


...



30.1.15

Sudah Saatnya.

30 Januari.

Akhirnya angka tersebut muncul. Artinya hari ini saatnya aku merapikan hiasan-hiasan cantik yang hampir beberapa bulan terakhir menggantung di rumah kontrakanku. Tidak, bukan karena aku di usir oleh empunya kontrakan, tapi memang aku ingin pergi dari rumah ini. Ya, walaupun jika harus jujur rumah ini sangat nyaman, baru bulan lalu aku sebenarnya ingin mencicilnya untuk ku jadikan rumahku sendiri. 

Satu persatu kumasukan kedalam kardus. Mulai dari ruang tamu, kamar tidur hingga dapur. Hanya satu tempat yang belum ku rapikan dan ku tata. Pojok jendela tempat dimana aku selalu menunggu dia. Dengan segala memori yang muncul mulai ku ambil satu-persatu barang yang ada disana. Ku turunkan anggrek kesayangannya, kotak obat, dan juga beberapa hiasan dinding.

Sudah saatnya.
Sampai nanti. Kita akan berjumpa. Disana.




---------------------



16.1.15

Sekeping biskuit dan sudut ruangan.



Satu-persatu biskuit itu mulai kulahap. 

Kuambil segelas susu dari lemari es dan ku ambil beberapa keping biskuit dan kuletekan diatas piring. Kubawa sepasang makanan tersebut di sudut favorit rumahku, jendela. Aku sering duduk di sudut tersebut sambil memandang keluar jendela. Walau kadang yang aku lihat hanyalah daun yang jatuh di halaman satu persatu atau beberapa kucing kampung yang riwa-riwi mencari makan mungkin.

Mulai kuteguk susu di dalam gelasku sambil melihat ke arah lua jendela. Tak ada yang aku pikirkan sejak seminggu yang lalu. Sudah seminggu pula aku tiap sore hanya duduk di sudut ruangan ini. Mataku tetap tertuju pada pemandangan yang ada di luar jendela, ya walaupun sebenarnya tak ada yang cukup menarik mataku ini. 

Ku ambil sekeping biskuit coklat tersebut. Kulahap kepingan yang terbuat dari tepung, susu, telur, coklat ini perlahan, kurasakan tiap elemen yang ada didalam biskuit ini. Dan mulai kulihat pula sosok yang membuatku selalu berada di sudut ruangan ini.




-------


14.1.15

Lalu, berjalanlah hingga akhir.


Ujung perjalanan.

Kuambil penutup kepala yang kusebut itu topi kemudian ku ambil jaket tebal yang lebih menyerupai jas milik kakek-kakek dan kukalungkan tas coklatku yang sudah ada di atas kursi dekat pintu. 

Aku berjalan dengan hembusan angin yang cukup membuat rambutku sedikit berantakan pada bagian luarnya. Aku memilih berjalan kaki daripada membawa kendaraan, alasanku satu: agar lebih lama aku merasakan waktu yang bergulir dan setidaknya aku bisa berpikir lebih lama hingga nanti aku tiba di taman.

Akan kuhirup oksigen yang keluar dari pepohonan, sehingga membuat otakku akan dapat bekerja lebih maximal. Iya, otakku. Bukan hatiku. Ya, hatiku masih aku istirahatkan dari pekerjaan yang keras ini.







--------



9.1.15

Friday.




years by years.
i don't know what to say.
in silence.
i say everything i should say. 

22.12.14

the day i wanna life in.

what i miss the most is May 2012. lets be more specific, one a week in May 2012. When i see him for the first time, until i said yes for forever.








i wanna life in that's day. eternal.



10.11.14

You.

You are the sun.
You blind my eyes.
Leave the burn mark.


y
o
u


Are
The sun.


I don't know whats going on, day by day, every question has no answer.
The tears down in my blanket. She knows how to dry it by her self.
Whats going on.
Whats going on.
Whats going on.


May i stay for a while?

7.10.14

Capital W.






W. Who am i? What Shoul i do? and many capital W.

Manusia diciptakan dengan salah satu kemampuannya untuk berpikir. Manusia  pun tidak punya makna bahkan mungkin tak akan pernah ada bila tidak berpikir. Tapi apa jadinya jika seorang manusia berpikir terlalu keras, berpikir hingga akhirnya kelelahan dan semakin bingung dengan apa yang dipikirkan?


---------------------------





6.10.14

+6224 dan Senin

Senin, 6 Oktober 2014. Senin ke empat di kota berkode +6224.


Pagi ini mataku sulit sekali terbuka, namun harus kupaksakan mereka berdua terbuka dan melihat matahari yang tidak terlalu terik. Trafic Light yang terkadang harus kutunggu hingga 90 detik, hari ini hanya kutunggu sekitar 11 detik. Cepat.

Cepat dan lama. Baik dan Buruk. Semua itu relatif.

Relatif.
Tergantung pada setiap individu.

Selamat siang.





1.8.14

Keep Swimming.

When life gets you down, you know what you gotta do?
Just keep swimming, just keep swimming. 
– Dory



18.7.14

Hate to Love

 
"People must learnd to hate, and if they can learn to hate, they can be taught to love, for love comes more naturally to the human heart than its opposite. Man's goodness is a flame that can be hidden but never explained"  - Nelson Mandela
 
 

Saya membaca kutipan tersebut saat memainkan google doodle untuk meperingati Nelson Mandela, dan kemudian saya memikirkan sesuatu dan berbicara di dalam hati "pantas saja".


Selamat malam.
 
 
 

17.7.14

24 dan 360 Jam.



Untuk beberapa orang yang realistik dan juga tidak ingin berandai-andai, mungkin memikirkan tentang "saat ini" adalah hal paling menyenangkan. Tidak ada beban untuk mewujudkan pemikiran "yang akan datang". Mereka melihat sesuatu dalam jangka waktu 24 jam kedepan. 360 jam selanjutnya mungkin akan dipikirkan nanti saat sudah mendekati saat tersebut.

Saya tidak termasuk orang yang ada di paragraf pertama tersebut. Saya senang memikirkan bagaimana apa yang harus saya lakukan 360 jam kedepan, 48 jam kedepan. Saya suda merencanakan apapun itu, terutama hal-hal yang membuat saya excited. Saya berusaha untuk mewujudkannya hari demi hari. Kadang saya sebal sendiri karena apa yang sudah saya rencanakan malah melenceng jauh. Tapi kembali lagi, setidaknya saya berusaha.




12.7.14

Siapa Saya dan Lalu Apalagi.

Sore hari menjelang adzan magrib.
Kicauan burung diluar jendela dan lantunan
nada indah disudut kamar.

Saya sedang berbaring diatas kasur berwarna kuning biasanya. Hal ini sepertinya merupakan rutinitas setiap hari setelah saya sudah tidak ada urusan dengan perkuliahan dan sembari menantikan dua telepon genggam saya berdering berharap ada telepon masuk dari code area 024.
Semakin kesini saya semakin berpikir dan berkeinginan untuk "sudah cukup, sekarang saatnya kamu memilih untuk menjadi apa dan melakukan yang seharusnya, bukan lagi memikirkan bagaimana kamu di mata mereka semua". Krisis identitas kah? Tersadarkan kah? atau sudah merasa cukup dan saatnya jujur kepada diri sendiri? 

Mungkin tulisan ini sedikit racau untuk saya jadikan tulisan pertama saya setelah beberapa bulan hiatus. Iya, saya sudah jarang menggambar. Saya merasa lelah dengan ide, dan pikir saya adalah bahwa saya sudah tidak memerlukan hal tersebut untuk membuat saya dilihat orang. You should do what you love because you love it, not because you want the others to see and admire it. Sempat berpikir untuk rebranding self. Merubah semua pandangan dan label-label yang pernah melekat kepada saya. Ntah lah, saya tidak merasa nyaman lagi.

"sudah cukup, sekarang saatnya kamu memilih untuk menjadi apa dan melakukan yang seharusnya, bukan lagi memikirkan bagaimana kamu di mata mereka semua"

Saya sudah menyelesaikan kewajiban seorang anak kepada orang tuanya, lulus dari perkuliahan tepat waktu. Saya sudah mendapatkan keinginan saya dikenal orang sebagai seorang yang kreatif dari gambar dan brand yang saya punya. Saya sudah memiliki pasangan yang menyayangi saya. Lalu apalagi? Oh iya, pekerjaan tetap mungkin yang belum.

Dari semua itu, saya merasa sudah cukup. Saya ingin menjadi dan dikenal sebagai Chyntia Puspitasari. Lurus, satu tidak bercabang. Ya walaupun garis telapak tangan saya garis-garisnya bercabang tidak karuan. Rasanya seperti ini jika di jelaskan, "saya ingin seperti ulat yang melilitkan dirinya menjadi kepompong, setelah itu lahirlah wujud yang baru yaitu kupu-kupu.. Dia disebut kupu-kupu, bukan ulat lagi. Bahkan mungkin para ulatpun juga tidak akan mengenalinya bahwa dulu ia juga seorang ulat".


Siapa saya dan lalu apalagi.



23.5.14

The Capital H.


|| a period of time when something is stopped for a while ||



ps: akhirnya saya telah menyelesaikan studi psikologi tepat waktu.
masih banyak yg harus diurus.
see you!

4.3.14

March '14

 
 
"Bersamamu jelajahi duniaku 
Takkan ragu bila kugenggam tanganmu
 Bersamamu ingin kukenang hariku"
 
 
"Slalu..."
 
 
Homogenic - Untukmu Duniaku.
 
 
 
 
-----------------------------------